ASH PRISON - PROPHETIC AUTOMATON (2018)

 
KHOTBAH RAMALAN PENYEBARAN SUATU AJARAN

Band: Ash Prison
Asal: Bandung, Jawa Barat
Genre: Technical Melodic Death Metal

Promo Prophetic Automaton dirilis via Eastbreath Records
Format: CD-R
Tahun: 2018
Track:
1. Prophetic Automaton
2. Neurotic Preacher

Ramalan tentang adanya penyebaran suatu ajaran oleh suatu kaum dengan khotbah-khotbah dan sudut pandang skeptis justru mengundang suatu kebohongan. Tak ada yang bisa membuktikan suatu kebenaran dan bahkan suatu pengorbanan pun tidak berarti membuktikan sebuah kebenaran karena yang ada hanyalah pandangan skeptis manusia. Pada akhirnya adanya seorang nabi yang mengantar kita melihat suatu cahaya kebenaran dan membakar kebencian hingga menjadi abu. Suatu kisah mendalam dalam sebuah balutan promo ini.

Dari kisah yang diceritakan diiringi musik Tech Melodic yang khas dan juga soul dari beberapa musik seperti Inanimate Existence, Fallujah bahkan The Faceless.
Band ini tergolong masih baru dan dibentuk pada Juni 2018 silam. Beberapa personil pun merupakan personil dari beberapa band ternama di skena Bandung seperti Auticed, Betrayal Crimson dan Salvator yang memang masih satu lingkup genre yang tidak jauh berbeda.

Memulai debut dengan Promo ini dengan hadirnya dua track perkenalan rasanya cukup untuk bisa mengetahui seperti apa musik yang dimainkan. Diawali track pembuka dengan alunan single string melodi dilanjut dengan ketukan double pedal dan blast yang variasi ketukannya berbeda dan seperti membuat kita harus menerka lebih dalam. Ini mengingatkan pada band Obscura dan The Faceless yang dimana ketukan mereka secara permainan tempo yang memang tidak mudah untuk ditebak. Permainan melodi mereka juga memang sangat mengutamakan harmonisasi sehingga terdengar tampak sangat hidup soul permainan mereka. Bahkan ini bisa dikatakan insting dari permainan The Faceless dibalut dengan harmoninya Inanimate Existence. Pada pertengahan lagu mereka diburu oleh speed dan permainan shredding gitar dengan tempo dengan kecepatan maksimum setelah itu mereka sedikit cooldown dan kembali bermain cepat dan padat. Uniknya mereka menambahkan irama petikan instrumental dan kembali masuk kedalam distorsi shredding gitar dan double pedal.
Diakhir lagu disisipkan instrument piano dan simfoni.

Dilagu kedua sepertinya simfoni dibagian akhir lagu pertama dibuat sebagai lanjutan cerita pertama. Permainan mereka semakin teknikal dengan hentakan blasting beat dan shredding yang semakin banyak ditambahkan layaknya Fallujah dan The Faceless. Untuk dilagu ini dominan condong pada permainan riffing dan shredding serta bagian pengulangan dibagian akhir lagu. Serta kembali memainkan simfoni sebagai penutup lagu.
Untuk keseluruhan vokal ini sangat lumayan menjiwai dengan teknik scream dan growl yang ditampilkan. Kalau didengar dengan jeli atau backing vokal clean dipertengahan lagu pertama. Ini merupakan langkah awal yang sangat bagus dengan konsep teknikal yang mereka usung. Saya tidak banyak saran apapun yang jelas menantikan untuk debut album mereka.

Personil:
Opang: Vokal
Aldeath: GItar
Dinar: Gitar
Aden: Drum

Rate: 8,5/10

Comments

Popular Posts