BERITA: DIBAWAH BENDERA DEATHCORE DAN MENEPATI JANJI MERILIS DEBUT ALBUM
Satu amunisi dari sekian banyak amunisi di skena Purwokerto ini merupakan sebuah bibit dari hasil gabungan sebuah jalinan chemistry hingga akhirnya membentuk sebuah band berlandaskan genre Deathcore dengan nama Eternal Desolator. Terbentuk sekitar tahun 2015 hingga saat ini mereka tetap konsisten dan terus berinovasi menciptakan sebuah karya lewat chemistry dan juga literasi yang teratur. Ditengah gempuran band-band Death Metal seakan mereka sebuah anak kecil yang sedang tumbuh dan berkembang dan mereka pun menyebut bahwa skena Deathcore diranah mereka telah mati. Namun dengan tekad dan juga konsistensi akhirnya menelurkan beberapa single dan sempat berencana mengeluarkan sebuah album.
Namun disisi lain mereka rupanya juga merombak personil setelah beberapa dari mereka harus mundur karena sebuah kesibukan. Setelah mengeluarkan beberapa single awal yaitu Novus Ordo Seclorum dan Hopeless setelah itu dilanjut dengan Lost/Found dan Song Of Sirens pada akhirnya mereka pun meningkatkan referensi yang pada saat itu dipengaruhi band Aliencore seperti Rings Of Saturn akhirnya merilis single Bermuda dan pada 2019 mereka merilis Homicidal Epilogue serta Slaughter Extermination.
Pada proses kreatif nya, band yang digawangi 5 orang personil ini mempunya referensi musik yang berbeda dan tidak signifikan. Contoh dari Robi (Drum), Bangkit (Bass) mereka mempunyai referensi serta memang basic pada Death Metal serta Ajie, Steven dan Faisal basic mereka berada pada Deathcore dan Djent terlebih Faisal masuk dalam band ini sekitar tahun 2018. Proses kreatif ini sempat terhenti karena tetap "kekeuh" pada distorsi Deathcore. Namun seiring berjalannya waktu mereka pun dengan referensi berbeda tetap menyatu. Walau dengan literasi yang berbeda, itu merupakan bagian dari angin segar dalam produksi album ini dan mereka semua pun terlibat dan saling mengeksplor.
Ide-ide pun dikembangkan dan membuat workshop pun menjadi menyenangkan. Mereka pun akhirnya merealisasi janji mereka yang sudah lama terkubur untuk merilis album yang dirilis pada pertengahan tahun 2019 ini. Omnipotence Paradox pun dipilih sebagai titel album karena mereka menggemakan tema besar yang diangkat pada kemahakuasaan seorang pembunuh dari segi spiritual, bahkan isi materinya pun berkisah seputaran pembunuhan, pembantaian dan genosida. Omnipotence Paradox pun dirilis secara fisik oleh Medusa Records dan Heartcorner Records. Selain daripada perilisan album, mereka juga merilis videoclip Homicidal Epilogue serta Burning Of Salem.




Comments
Post a Comment