DEXTROLOGY - RESURRECTION THE ABNORMAL BEAST (2018)
KEMBALINYA SANG MONSTER BUAS NAN MENAKUTKAN
Band: Dextrology
Asal: Lembang, Jawa Barat
Genre: Brutal Death Metal
EP Resurrection The Abnormal Beast dirilis via Brutal Mind
Format: CD Pro
Tahun: 2018
Track:
1. Horrible Creatures: 03:33
2. Pure Spiritual Defect: 03:32
3. Resurrection The Abnormal Beast: 03:36
4. Heinous Treatment: 03:26
5. Immortal Carnage: 02:51
Menggambarkan sebuah ide ataupun cerita yang dikembangkan dalam lagu memang bukan perkara mudah. Sebuah cerita fiksi tidak sembarangan untuk ditulis kedalam gambaran sebuah album dan tidak asal-asalan. Band asal lembang ini menggambarkan bagaimana sang monster buas yang bangkit dan mengancam keberadaan manusia. Tetapi, ada seorang penyelamat yang akan kembali mematikan sang monster aneh tersebut.
Dari segi tema ini yang akhir dibuahkan dalam satu kemasan mini album yang cukup menarik khalayak jagad metal lokal maupun luar. Band yang berdiri tahun 2015 ini sebelumnya sudah mengeluarkan promo berisikan 3 lagu via Blackline dengan formasi awal Fian (Gitar), Adol (Drum) dan Fandi (Vokal). Setelah merilis promo mereka kembali menyiapkan materi untuk debut mini album mereka dengan salah satu label. Namun, tak kunjung ada kabar akhirnya mereka berlabuh di Brutal Mind dengan pergantian posisi pada vokal yang diisi oleh Ferdi adik dari Fandi. Setelah proses yang begitu cukup lama akhirnya pada November tahun lalu mereka sukses merilis EP mereka dengan garapan artwork oleh Aghy R Purakusuma.
Berbicara mengenai musik yang mereka mainkan sejatinya mereka memang tidak ada player bass tetapi Fian yang mengisi untuk part bass dari promo hingga EP ini. Band ini digadang-gadang sebagai band fresh yang mampu mendobrak musikalitas Brutal dengan kualitas yang bagus dan mereka menjawab tantangan itu semua. Dari musik dan influence mereka memang sangat jelas. Dari mulai Suffocation (old), Disgorge, hingga Inveracity. Style mereka pun sudah setara dengan style luar negeri.
5 track mereka dengan durasi 2 sampai 3 menitan ini cukuplah untuk memuaskan para pendengar yang sudah sejak lama menanti sebuah karya mini album ini. Sound mereka pun sangat-sangat modern style. Ditrack pertama sudah digeber dengan ketukan blast dan pedal yang rapat ala Suffocation dan Disgorge. Riffing dengan tempo slow dan cepat terasa easy listening dan mudah untuk dipahami. Part vokal ini yang unik ibarat mendengarkan Suffo tipe old dan Inveracity yang memang kedua band ini memilikan ciri khas yang hampir sama. Pada track 2 sampai 4 tak henti henti untuk bermain padat. Speed mereka masih terjaga jadi tidak ada terdengar hingga ngebut parah. Semua tempo mereka mudah untuk dicerna bahkan berulang kali diputar memang sungguh menyajikan tempo yang pas dan sound heavy! Saya takjub dan berulang kali mendengarkan band ini. Teknik serta penempatan tempo yang cukup lumayan pas! Hal unik yang ada pada album ini adalah track terakhir mereka yang saya kira awalnya adalah sebuah instrument dibalut vokal tetapi nyatanya ini adalah sebuah outro dan penutup dari sang pembunuh monster tersebut. Anehnya diawal mereka mencantumkan sebuah intro tetapi hanya ada outro.
Dari kelima track mereka sayangnya tidak dicantumkan lirik lagu mereka sehingga saya mencoba untuk menerka dan menghayati lagu dan pattern vokal yang tidak diisi dengan lirik. Semoga dinext project bisa mencantumkan lirik sehingga bisa mengerti alur cerita. Overall musik mereka cukup memberikan nuansa heavy modern brutal riff and blast yang bersiap untuk menghantam pendengaran.
Personil:
Ferdi (Vokal)
Fian (Gitar)
Adol (Drum)
Rate: 8,5/10
Band: Dextrology
Asal: Lembang, Jawa Barat
Genre: Brutal Death Metal
EP Resurrection The Abnormal Beast dirilis via Brutal Mind
Format: CD Pro
Tahun: 2018
Track:
1. Horrible Creatures: 03:33
2. Pure Spiritual Defect: 03:32
3. Resurrection The Abnormal Beast: 03:36
4. Heinous Treatment: 03:26
5. Immortal Carnage: 02:51
Menggambarkan sebuah ide ataupun cerita yang dikembangkan dalam lagu memang bukan perkara mudah. Sebuah cerita fiksi tidak sembarangan untuk ditulis kedalam gambaran sebuah album dan tidak asal-asalan. Band asal lembang ini menggambarkan bagaimana sang monster buas yang bangkit dan mengancam keberadaan manusia. Tetapi, ada seorang penyelamat yang akan kembali mematikan sang monster aneh tersebut.
Dari segi tema ini yang akhir dibuahkan dalam satu kemasan mini album yang cukup menarik khalayak jagad metal lokal maupun luar. Band yang berdiri tahun 2015 ini sebelumnya sudah mengeluarkan promo berisikan 3 lagu via Blackline dengan formasi awal Fian (Gitar), Adol (Drum) dan Fandi (Vokal). Setelah merilis promo mereka kembali menyiapkan materi untuk debut mini album mereka dengan salah satu label. Namun, tak kunjung ada kabar akhirnya mereka berlabuh di Brutal Mind dengan pergantian posisi pada vokal yang diisi oleh Ferdi adik dari Fandi. Setelah proses yang begitu cukup lama akhirnya pada November tahun lalu mereka sukses merilis EP mereka dengan garapan artwork oleh Aghy R Purakusuma.
Berbicara mengenai musik yang mereka mainkan sejatinya mereka memang tidak ada player bass tetapi Fian yang mengisi untuk part bass dari promo hingga EP ini. Band ini digadang-gadang sebagai band fresh yang mampu mendobrak musikalitas Brutal dengan kualitas yang bagus dan mereka menjawab tantangan itu semua. Dari musik dan influence mereka memang sangat jelas. Dari mulai Suffocation (old), Disgorge, hingga Inveracity. Style mereka pun sudah setara dengan style luar negeri.
5 track mereka dengan durasi 2 sampai 3 menitan ini cukuplah untuk memuaskan para pendengar yang sudah sejak lama menanti sebuah karya mini album ini. Sound mereka pun sangat-sangat modern style. Ditrack pertama sudah digeber dengan ketukan blast dan pedal yang rapat ala Suffocation dan Disgorge. Riffing dengan tempo slow dan cepat terasa easy listening dan mudah untuk dipahami. Part vokal ini yang unik ibarat mendengarkan Suffo tipe old dan Inveracity yang memang kedua band ini memilikan ciri khas yang hampir sama. Pada track 2 sampai 4 tak henti henti untuk bermain padat. Speed mereka masih terjaga jadi tidak ada terdengar hingga ngebut parah. Semua tempo mereka mudah untuk dicerna bahkan berulang kali diputar memang sungguh menyajikan tempo yang pas dan sound heavy! Saya takjub dan berulang kali mendengarkan band ini. Teknik serta penempatan tempo yang cukup lumayan pas! Hal unik yang ada pada album ini adalah track terakhir mereka yang saya kira awalnya adalah sebuah instrument dibalut vokal tetapi nyatanya ini adalah sebuah outro dan penutup dari sang pembunuh monster tersebut. Anehnya diawal mereka mencantumkan sebuah intro tetapi hanya ada outro.
Dari kelima track mereka sayangnya tidak dicantumkan lirik lagu mereka sehingga saya mencoba untuk menerka dan menghayati lagu dan pattern vokal yang tidak diisi dengan lirik. Semoga dinext project bisa mencantumkan lirik sehingga bisa mengerti alur cerita. Overall musik mereka cukup memberikan nuansa heavy modern brutal riff and blast yang bersiap untuk menghantam pendengaran.
Personil:
Ferdi (Vokal)
Fian (Gitar)
Adol (Drum)
Rate: 8,5/10



Comments
Post a Comment