DIVINE TORTURE - THE BLACKENED BIBLE (2019)
GAMBARAN MANUSKRIP KITAB KIAMAT
Band: Divine Torture
Asal: Denpasar, Bali
Genre: Blackened Death Metal
EP The Blackened Bible dirilis via Darksound ID
Format: CD Pro
Tahun: 2019
Tracklist:
1. Summon the Night
2. Manuscript of Death
3. The Fallen of Justice
4. Black Mastication
Personil:
Budi: Vokal
Pepi: Bass
Andy: Gitar
Amoe: Drum
Rate: 9/10
Band: Divine Torture
Asal: Denpasar, Bali
Genre: Blackened Death Metal
EP The Blackened Bible dirilis via Darksound ID
Format: CD Pro
Tahun: 2019
Tracklist:
1. Summon the Night
2. Manuscript of Death
3. The Fallen of Justice
4. Black Mastication
Sebuah kitab kegelapan menggambar sebuah kegelapan yang sangat nyata
tentang sebuah kematian dihari kiamat. Dimana sang malaikat meniupkan
sangkakala tatkala dikehidupan sebelumnya banyak iblis yang dipuja dan
banyak dari mereka mati tertunduk dalam kegelapan. Sebuah konsep tema
kematian dan kegelapan dituang dalam 4 ayat yang sangat kvlt dan dark!.
Mengenai band dan EP ini sendiri, Divine Torture adalah sebuah konsep baru dari konsep lama bernama Everside. Divine Torture seakan terlahir kembali dari kematian namun lahir dari kegelapan. Dalam proses penggarapan EP ini dengan mereka menyebutkan sebuah project seni bukan EP ini digarap tanggal 28 Desember 2017 dimana pada saat itu dengan formasi lama mereka Sangkur dan Eeng. Mereka terpengaruh dari beberapa Black dan juga LOG yang memang secara garis besar dari Everside dulu adalah LOG. Beberapa band Black diantaranya Behemoth dan Dimmu Borgir serta beberapa influence seperti Cthonic dan Hate. Secara konsep art sendiri ini digarap 8 artwork utama serta 7 artwork pendamping dimana sang vokalis sendiri lah yang mengkonsep dan menggambar selama 60 hari dan juga logo Eudipil atau disebut dalam mitologi Hindu Bali sebagai ular berekor api yang dibuat oleh sang bassist Pepi.
4 ayat menghiasi sebuah karya seni ini dimana EP ini yang tadinya dipilih dengan title Manuscript of Death diubah menjadi The Blackened Bible dengan berbagai pertimbangan. 4 ayat dengan nuansa Blackened Death Metal ini pun terdengar sangat megah. It's fuckin' heavy Blackened and Kvlt! Dimulai dari Summon the Night merupakan ayat pertama yang diisi sebuah intro yang sangat kelam dengan backsound sangat gelap menggambarkan dari kitab ini. Summon the Night ini digarap oleh Gede Reddle yang merupakan gitaris Embers Of Valor dengan menyisipkan sebuah mantra yang tidak tertulis dari sang vokalis tambah mencekam suasana track ini.
Lanjut pada ayat kedua yaitu Manuscript of Death. Langsung dihajar dengan permainan pada instrument dan hantaman vokal ala Randy Blythe. Part-part groove hadir terselip dalam konsep yang sejatinya berada dalam kegelapan. Permainan apik dinamis serta balance dari instrument keseluruhan. Permainan riffing dan note note cepat serta melodi riffing pada gitar. Sedikit menyerempet pada Behemoth. Konsep-konsep yang sangat pakem untuk sekelas genre Blackened Death Metal dibarengi dengan pakem Groove Metal.
Pada ayat ketiga yaitu The Fallen Of Justice ini merupakan track yang dibuat untuk membawa hawa nostalgia dan masa transisi dari band ini. Ketukan blasting dan pedal yang tidak hanya menampilkan sisi speed namun juga bermain variasi tidak mau terpaku pada speed dari beberapa band Blackened lainnya karena memang dari band sendiri sangat banyak referensi permainan. Hawa dan kesan Dimmu serta Behemoth sangat terasa dan ditonjolkan pada track ini. Kesan yang bertambah pada dengan ketukan serta alunan melodi riffing dari gitar menambah aura dari track ini.
Track terakhir ialah Black Mastication. Kematian seakan menjadi sebuah konklusi bagi manusia berhati gelap. Track yang menjadi akhir cerita dari The Blackened Bible ini kembali menawarkan unsur unsur Behemoth terdapat pada pembukaan track ini dilanjut dengan downstroke string dan hantaman double pedal serta blasting yang rapih. Sedikit menurunkan tekanan ditengah lagu tetapi kembali bermain padat dan cepat. Sangat terkesan elegan dan megah untuk sekelas Divine Torture dijagat Death Metal lokal bahkan bisa saja menyaingi band-band Blackened diluar sana. Terdapat mantra yang tidak tertulis kembali yang mengartikan sebuah pemanggilan.
Sekali lagi penekanan pada pola permainan yang bermain Death Metal ditambah nuansa Black dan juga variasi Groove ini patut untuk diperhitungkan. Sebuah project seni yang apik dari mulai permainan Blast Beat dan Pedal yang bermain Low High, Riffing downstroke serta melodi yang komplex dan variatif, penekanan bass sebagai penambah padat dari track dan juga teknik growl vokal yang sangat gahar.
Mengenai band dan EP ini sendiri, Divine Torture adalah sebuah konsep baru dari konsep lama bernama Everside. Divine Torture seakan terlahir kembali dari kematian namun lahir dari kegelapan. Dalam proses penggarapan EP ini dengan mereka menyebutkan sebuah project seni bukan EP ini digarap tanggal 28 Desember 2017 dimana pada saat itu dengan formasi lama mereka Sangkur dan Eeng. Mereka terpengaruh dari beberapa Black dan juga LOG yang memang secara garis besar dari Everside dulu adalah LOG. Beberapa band Black diantaranya Behemoth dan Dimmu Borgir serta beberapa influence seperti Cthonic dan Hate. Secara konsep art sendiri ini digarap 8 artwork utama serta 7 artwork pendamping dimana sang vokalis sendiri lah yang mengkonsep dan menggambar selama 60 hari dan juga logo Eudipil atau disebut dalam mitologi Hindu Bali sebagai ular berekor api yang dibuat oleh sang bassist Pepi.
4 ayat menghiasi sebuah karya seni ini dimana EP ini yang tadinya dipilih dengan title Manuscript of Death diubah menjadi The Blackened Bible dengan berbagai pertimbangan. 4 ayat dengan nuansa Blackened Death Metal ini pun terdengar sangat megah. It's fuckin' heavy Blackened and Kvlt! Dimulai dari Summon the Night merupakan ayat pertama yang diisi sebuah intro yang sangat kelam dengan backsound sangat gelap menggambarkan dari kitab ini. Summon the Night ini digarap oleh Gede Reddle yang merupakan gitaris Embers Of Valor dengan menyisipkan sebuah mantra yang tidak tertulis dari sang vokalis tambah mencekam suasana track ini.
Lanjut pada ayat kedua yaitu Manuscript of Death. Langsung dihajar dengan permainan pada instrument dan hantaman vokal ala Randy Blythe. Part-part groove hadir terselip dalam konsep yang sejatinya berada dalam kegelapan. Permainan apik dinamis serta balance dari instrument keseluruhan. Permainan riffing dan note note cepat serta melodi riffing pada gitar. Sedikit menyerempet pada Behemoth. Konsep-konsep yang sangat pakem untuk sekelas genre Blackened Death Metal dibarengi dengan pakem Groove Metal.
Pada ayat ketiga yaitu The Fallen Of Justice ini merupakan track yang dibuat untuk membawa hawa nostalgia dan masa transisi dari band ini. Ketukan blasting dan pedal yang tidak hanya menampilkan sisi speed namun juga bermain variasi tidak mau terpaku pada speed dari beberapa band Blackened lainnya karena memang dari band sendiri sangat banyak referensi permainan. Hawa dan kesan Dimmu serta Behemoth sangat terasa dan ditonjolkan pada track ini. Kesan yang bertambah pada dengan ketukan serta alunan melodi riffing dari gitar menambah aura dari track ini.
Track terakhir ialah Black Mastication. Kematian seakan menjadi sebuah konklusi bagi manusia berhati gelap. Track yang menjadi akhir cerita dari The Blackened Bible ini kembali menawarkan unsur unsur Behemoth terdapat pada pembukaan track ini dilanjut dengan downstroke string dan hantaman double pedal serta blasting yang rapih. Sedikit menurunkan tekanan ditengah lagu tetapi kembali bermain padat dan cepat. Sangat terkesan elegan dan megah untuk sekelas Divine Torture dijagat Death Metal lokal bahkan bisa saja menyaingi band-band Blackened diluar sana. Terdapat mantra yang tidak tertulis kembali yang mengartikan sebuah pemanggilan.
Sekali lagi penekanan pada pola permainan yang bermain Death Metal ditambah nuansa Black dan juga variasi Groove ini patut untuk diperhitungkan. Sebuah project seni yang apik dari mulai permainan Blast Beat dan Pedal yang bermain Low High, Riffing downstroke serta melodi yang komplex dan variatif, penekanan bass sebagai penambah padat dari track dan juga teknik growl vokal yang sangat gahar.
Personil:
Budi: Vokal
Pepi: Bass
Andy: Gitar
Amoe: Drum
Rate: 9/10
FYI: Rilis dalam dua versi yaitu Digibook & Jewel Slipcase



Comments
Post a Comment