GORE ANIMAL - PARASITE OF SOUL (2019)
AMARAH KEBENCIAN PARASIT JIWA MANUSIA
Band: Gore Animal
Asal: Tangerang
Genre: Brutal Death Metal
Album Parasite Of Soul dirilis via Pathological Explicit Recordings
Format: CD-Pro
Tahun: 2018
Tracklist:
1.Devoured Into Despair
2.Cannibalism Without End
3.Imprisoned in Madness
4.Terrifying Illusion
5.Sickening Pyschological Trauma
6.Parasite of Soul
7.Sickening Psychological Trauma (Demo 2015)
8.Parasite of Soul (Demo 2016)
Personil:
Yunior Efraim: Vokal, Drum
Raden Aces: Bass
Andry Garcia: Gitar
Rate: 9,5/10
Band: Gore Animal
Asal: Tangerang
Genre: Brutal Death Metal
Album Parasite Of Soul dirilis via Pathological Explicit Recordings
Format: CD-Pro
Tahun: 2018
Tracklist:
1.Devoured Into Despair
2.Cannibalism Without End
3.Imprisoned in Madness
4.Terrifying Illusion
5.Sickening Pyschological Trauma
6.Parasite of Soul
7.Sickening Psychological Trauma (Demo 2015)
8.Parasite of Soul (Demo 2016)
Jiwa manusia terkadang mempunyai sifat parasit bahkan ada yang sudah
menyatu dalam kehidupannya. Amarah, kebencian bahkan dendam membuat
sebagian orang merasakan ilusi dan trauma yang sangat menyakitkan bahkan
bisa mengancam ,membunuh hingga menjadi gila. Terjebak dalam ruang
lingkup seperti itu nyatanya membuat Gore Animal membuat sebuah karya
album perdana Parasite of Soul ini. Tiga personil dengan otak serta ide
yang sangat sadis saling menuangkan ide-ide kreatif untuk menciptakan
sebuah karya ini hingga digaet oleh label asal Spanyol yang notabene
banyak merilis band-band Brutal yang sangat menggerinda!
Band yang terlahir sejak 1996 ini nyata nya tidak menghilangkan esensi permainan Oldskool Brutal Death Metal. Berbagai perombakan dari segi lini personil, aransemen, konsep serta tema dan lirik hingga sampai sekarang membawa nuansa oldskool. Berbicara mengenai oldskool yang dimainkan. Nuansa Deeds Of Flesh era Trading Pieces, Reduced To Ashes hingga Mark Of The Legion dan juga Stench Of The Deceased nya Vile hadir melebur menjadi satu unsur dalam album ini. Memang Erik Lindmark merupakan inspirasi bagi para personil Gore Animal. Ibarat sebuah Deeds of Flesh yang terlahir kembali sepeninggal Erik.
Unsur kebencian dan kebiadaban menyatu padu pada track demi track. Dimulai dari Devoured By Despair menjadi pembuka lagu diawali dengan soundtrack horror yamg sejatinya membawa kita kedalam alur cerita ini dan dimulai dengan ritem gitar dan double pedal yang sangat diutamakan bermain cepat dan padat. Ketukan blastingnya pun sangat rapat. Pada vokal ini seperti membaca ayat-ayat lirik. Pada track kedua tepatnya Cannibalism Without End yang merupakan single track awal sebelum album ini rilis dengan permainan riff cepat dan rapat serta irama ketukan drum sudah mulai bermain tempo variatif tetapi tidak menghilangkan esensi blast beat snare. Vokal nya dengan deep growl memberikan nuansa dan hawa Mark Of The Legion dari DOF sehingga mengajak kita melihat kejadian para kanibal yang tidak henti-hentinya menghabisi para manusia.
Track ke 3 dan 4, Imprisoned In Madness dan Terrifying Illusion permainan semakin tidak terkendali speednya. Pengulangan riff dengan ciri khas sound DOF nampaknya makin mejadi-jadi. Bayang-bayang ilusi permainan double pedal yang sangat rapat sekali tidak memberikan celah untuk berhenti bermain. Yunior sang drummer nampaknya meluapkan segala emosi kedalam permainan serta otak dari segala ide permainan bahkan merangkap menjadi seorang vokalis dengan deep growl yang sangat sadis! Di track ke 5 dan 6 semakin membuat kita dibuat trauma yang sangat mendalam. Riffing downstroke yang semakin menunjukkan power serta vokal yang ditambah powernya juga.
Pada bagian bass dari semua track nampaknya memang menjadi penguat sound sehingga terdengar megah walau hanya berisikan 3 orang saja. Bermain riffing dengan tidak terlalu banyak pengulangan serta variasi hingga penentuan soul dari permainan membuat debut album ini memang pantas disebut DOF reborn apalagi ditambah sang drummer yang menumpahkan permainan pedal dan blast beat secara emosional. Dua track terakhir merupakan pemanis dan juga sebagai pengetahuan tentang sound yang mereka mainkan mengingat mereka dulu pernah mengeluarkan demo dan masing-masing diambil sebagai list dialbum ini. Hanya saja mungkin kalo menurut yang saya dengar ketika waktu diplay sound boost pada bass lebih dominan sehingga untuk vokal terdengar sedikit low volume. Cukup impressive untuk sebuah debut album yang notabene bermain dengan nuansa oldskool pada era bermain speed yang sangat cepat.
Band yang terlahir sejak 1996 ini nyata nya tidak menghilangkan esensi permainan Oldskool Brutal Death Metal. Berbagai perombakan dari segi lini personil, aransemen, konsep serta tema dan lirik hingga sampai sekarang membawa nuansa oldskool. Berbicara mengenai oldskool yang dimainkan. Nuansa Deeds Of Flesh era Trading Pieces, Reduced To Ashes hingga Mark Of The Legion dan juga Stench Of The Deceased nya Vile hadir melebur menjadi satu unsur dalam album ini. Memang Erik Lindmark merupakan inspirasi bagi para personil Gore Animal. Ibarat sebuah Deeds of Flesh yang terlahir kembali sepeninggal Erik.
Unsur kebencian dan kebiadaban menyatu padu pada track demi track. Dimulai dari Devoured By Despair menjadi pembuka lagu diawali dengan soundtrack horror yamg sejatinya membawa kita kedalam alur cerita ini dan dimulai dengan ritem gitar dan double pedal yang sangat diutamakan bermain cepat dan padat. Ketukan blastingnya pun sangat rapat. Pada vokal ini seperti membaca ayat-ayat lirik. Pada track kedua tepatnya Cannibalism Without End yang merupakan single track awal sebelum album ini rilis dengan permainan riff cepat dan rapat serta irama ketukan drum sudah mulai bermain tempo variatif tetapi tidak menghilangkan esensi blast beat snare. Vokal nya dengan deep growl memberikan nuansa dan hawa Mark Of The Legion dari DOF sehingga mengajak kita melihat kejadian para kanibal yang tidak henti-hentinya menghabisi para manusia.
Track ke 3 dan 4, Imprisoned In Madness dan Terrifying Illusion permainan semakin tidak terkendali speednya. Pengulangan riff dengan ciri khas sound DOF nampaknya makin mejadi-jadi. Bayang-bayang ilusi permainan double pedal yang sangat rapat sekali tidak memberikan celah untuk berhenti bermain. Yunior sang drummer nampaknya meluapkan segala emosi kedalam permainan serta otak dari segala ide permainan bahkan merangkap menjadi seorang vokalis dengan deep growl yang sangat sadis! Di track ke 5 dan 6 semakin membuat kita dibuat trauma yang sangat mendalam. Riffing downstroke yang semakin menunjukkan power serta vokal yang ditambah powernya juga.
Pada bagian bass dari semua track nampaknya memang menjadi penguat sound sehingga terdengar megah walau hanya berisikan 3 orang saja. Bermain riffing dengan tidak terlalu banyak pengulangan serta variasi hingga penentuan soul dari permainan membuat debut album ini memang pantas disebut DOF reborn apalagi ditambah sang drummer yang menumpahkan permainan pedal dan blast beat secara emosional. Dua track terakhir merupakan pemanis dan juga sebagai pengetahuan tentang sound yang mereka mainkan mengingat mereka dulu pernah mengeluarkan demo dan masing-masing diambil sebagai list dialbum ini. Hanya saja mungkin kalo menurut yang saya dengar ketika waktu diplay sound boost pada bass lebih dominan sehingga untuk vokal terdengar sedikit low volume. Cukup impressive untuk sebuah debut album yang notabene bermain dengan nuansa oldskool pada era bermain speed yang sangat cepat.
Personil:
Yunior Efraim: Vokal, Drum
Raden Aces: Bass
Andry Garcia: Gitar
Rate: 9,5/10

Comments
Post a Comment