INFO GARUDA: TIPS MERAWAT RILISAN FISIK


ARTIKEL GARUDA: TIPS MERAWAT RILISAN FISIK

Di era yang serba digital ini dengan banyaknya platform musik tidak dapat menggusur nilai-nilai dari sebuah rilisan fisik apalagi kalangan anak muda hingga yang sudah bapak-bapak pun masih giat mencari sebuah rilisan fisik karena mempunyai nilai collectible serta sebagai bentuk penghargaan kepada musisi yang telah merilis sebuah album dalam bentuk apapun.

Diera 80-90an merupakan era dimana sebuah rilisan cassette tape diproduksi untuk sebuah perilisan karya hingga kini masih diminati untuk sebuah cassette. Setelah dominasi cassette tape kita mengenal yang namanya sebuah CD (Compact Disc) sebuah kepingan cakram yang mempunyai ketahanan usia dan juga lebih simple. Lalu ada Vinyl merupakan cakram padat yang ukurannya lumayan besar dari CD namun ketahan Vinyl jauh lebih unggul dan lebih awet dikala kondisi apapun.

Namun dibalik itu semua pastinya kalian menemukan kasus dimana rilisan fisik itu berjamur atau suaranya "mendem" bahkan hingga macet/skip. Nah, bagaimana cara mengatasinya? Kuy simak lebih lanjut.

CASSETTE:
Kendala dari kaset pita ini tentu saja banyak mulai dari jamur, suara mendem bahkan diplay kadang alot. Tips untuk merawatnya adalah sebagai berikut.

Jika terlalu lama tak distel, pita kaset biasanya jamuran, yang membuat suaranya mendem jika diputar. Untuk membersihkannya ada beberapa cara. Cara teraman adalah distel bolak-balik sampai jamurnya hilang. Makan waktu memang. Namun jika tape kita memiliki mode high speed, ini takkan memakan waktu lama. Cara kedua adalah dengan alat pemutar manual. Tisu yang sudah diberi alkohol ditempelkan ke bagian tengah pita kaset (yang menghadap ke bawah), dijepit dengan jari sehingga tisu tersebut menempel ke pita, lalu mulai diputar pelan-pelan.

Hanya saja perlu diperhatikan, ada beberapa jenis pita yang tak kuat dibersihkan dengan cara ini, yang berakibat pitanya rontok, diantaranya merek BASF dan pita kaset-kaset Indonesia lama. Sebaiknya jika membersihkan kaset-kaset jenis ini jangan menggunakan alkohol. Yang cukup kuat adalah pita Maxell. Ciri dari pita Maxell adalah tanda panah hitam yang dicetak di pita putih sebelum pita coklat. Label yang menggunakan pita jenis Maxell ini diantaranya adalah YESS, Monalisa dan Rockline.

Suara mendem tak hanya diakibatkan jamur. Bisa juga busa alas pitanya mengeras atau tertutup kerak kotoran pita. Cara membersihkannya: gosok busa tersebut dengan cotton bud yang sudah direndam alkohol perlahan-lahan sampai kerak kotorannya jauh berkurang. Lalu antara busa dan pita diselipkan potongan tisu (jangan terlalu tebal). Ini gunanya agar kotoran dari pita tidak langsung terkena busa, melainkan menempel ke tisu tersebut.

Kadang jika diputar, bunyi kaset akan mengayun, ini karena kaset tersebut berat memutar, istilahnya alot. Jika dipaksakan sangat berbahaya karena pitanya bisa menyangkut/kusut. Ini biasanya disebabkan karena kaset sering di-rewind/ fast forward, atau bisa juga pitanya memuai karena kepanasan. Biasanya karena diputar di tape mobil. Untuk mengatasinya ada beberapa cara: Cara pertama adalah kaset dipukul-pukulkan ke telapak tangan berkali-kali. Biasanya setelah itu jalannya lebih lancar. Jika masih berat, buka kaset tersebut dan ambil plastik/kertas yang ada di dalamnya, lalu setel bolak balik. Setelah lancar, jika memungkinkan, masukkan kembali kertas/plastik tsb.

Menyimpan kaset jangan di tempat yang lembab atau terkena sinar matahari langsung. Kedua tempat ini lama kelamaan akan mempengaruhi kualitas suara. Jika memungkinkan, taruh di dalam lemari, jangan menempel langsung pada lantai. Jika jumlahnya banyak, bisa juga dibuatkan rak khusus murah meriah dari kayu, tentunya dengan memperhatikan kedua hal diatas. Jangan terlalu lembab dan jangan kena matahari langsung. Laci seperti ini sudah mulai sulit didapat. Cara termurah adalah membeli dari pedagang kaset bekas.

CD:

Memiliki CD atau DVD kesayangan yang rusak tergores tentu membuat jengkel siapa saja. Apalagi, kalau ternyata CD dan DVD tersebut satu-satunya dan dibeli dengan harga mahal.

Namun, jangan khawatir jika CD dan DVD Anda rusak karena tergores. Tak perlu membuangnya atau beli lagi yang baru, masih ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menyelamatkan CD dan DVD Anda ini.

Hal yang harus Anda perhatikan adalah Anda tidak boleh mengelap sebuah CD secara melingkar. Yang harus Anda lakukan adalah mengelapnya dari lingkaran tengah menuju keluar. Lakukanlah dengan satu arah, jangan mengelap secara bolak balik.

Lakukan dengan sepelan mungkin. Untuk noda yang membandel, Anda boleh mengelapnya dengan sedikit tenaga, akan tetapi lakukan satu arah.
Jika ternyata noda yang Anda ingin Anda hilangkan lebih sulit lagi, Anda dapat menggunakan spray pembersih CD yang sudah banyak dijual di toko-toko. Kalau Anda tidak menemukannya, Anda bisa menggunakan alkohol. Penggunaan Alkohol harus sesedikit mungkin dan tidak boleh terlalu banyak.

VINYL:

Piringan hitam atau vinyl merupakan sebuah koleksi rekaman fisik yang harus kamu rawat agar kualitas suara terbaiknya dapat tetap terjaga selama bertahun-tahun.
Bisa dibilang juga, piringan hitam ini menjadi rekaman fisik termahal yang ada saat ini. Sayang kan kalau tidak kamu rawat sebagai salah satu koleksi kamu yang berharga.
Piringan hitam jika tak dirawat dapat mudah terkena lecet, rentan terhadap panas dan cahaya matahari. Oleh karena itu, kamu perlu menyimak lima cara merawat koleksi piringan hitam kamu berikut ini.

1. Penyimpanan yang baik dan benar:

Merawat piringan hitam atau vinyl dimulai dengan bagaimana cara kamu menyimpannya karena vinyl ini biasanya akan berada lebih lama di ruang penyimpanan daripada diputar.
Pertama-tama, simpanlah vinyl ini dalam kondisi vertikal, jangan menyimpannya secara horizontal dan ditumpuk satu sama lain.

Vinyl yang ditumpuk secara horizontal dan ditumpuk akan membuat fisik vinly cekung/cembung akibat ditumpuk terlalu lama.
Sediakannya rak khusus dengan dimensi yang pas dengan ukuran koleksi vinyl kamu dan simpanlah vinyl tersebut secara vertikal dan dempet.
Namun, jangan terlalu memaksakan memasukkan vinyl ke dalam rak jika sudah tidak muat karena bisa saja merusak cover art dari vinyl tersebut.

2. Cara memegang:

Untuk menjaga piringan hitamnya tetap bersih, sebaiknya kamu hanya memegang sebagian kecil area fisiknya saat ingin memutarnya. Peganglah area pinggirnya saja dan bagian dalam yang ditempel label.
Dengan hanya menyentuhnya sedikit, kamu dapat mencegah piringan hitam ini terkena minyak atau debu yang tak terlihat di area jari-jari kamu.
Saat memutarnya, ada baiknya kamu juga menutup turntable dengan penutupnya. Cara ini akan menjaga debu kecil yang menempel di atas piringan hitamnya.

3. Saat memutarnya:

Saat mendengarkan piringan hitam, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar umur piringan hitam kamu lebih tahan lama. Saat ingin memasangnya, tangan kamu harus benar-benar stabil dan pasang secara perlahan.
Cara ini sangat penting jika kamu memainkannya dengan turntable manual yang mengharuskan kamu meletakkan jarum di atas piringan hitam secara manual.

Jika tidak berhati-hati, kamu akan dengan mudah menggoresnya secara tidak sengaja. Cobalah untuk mengangkat tangan kamu setinggi mungkin saat memasangnya.
Hal yang sama juga harus kamu lakukan saat ingin mengangkatnya. Tunggu sampai piringan hitamnya benar-benar berhenti, setelah itu baru angkat jarumnya untuk mengurangi risiko munculnya goresan.

4. Peralatan membersihkan piringan hitam:

Untuk menjaga umurnya, kamu juga sebaiknya membersihkan koleksi piringan hitam secara berkala.
Ada banyak peralatan yang bisa kamu gunakan untuk membersihkannya dari noda atau debu yang menempel.
Pertama dengan menggunakan sikat carbon fiber. Sikat jenis ini dapat dengan mudah menemukan pola alur piringan hitam sehingga dapat menghilangkan debu-debu yang ada di sana.

Sikat ini juga dapat mengurangi munculnya listrik statis yang bisa menarik debu ke atas piringan hitam. Sebaiknya kamu membersihkannya sebelum dan sesudah memutarnya.
Alat kedua adalah dengan menggunakan cairan pembersih. Kamu bisa membelinya secara online atau di tempat-tempat yang menjual piringan hitam.
Kamu juga bisa membuat cairan pembersih sendiri yang terdiri dari campuran air putih, alkohol isopropyl, dan beberapa tetes deterjen.
Pastikan deterjen yang digunakan tidak mengandung pewarna atau wewangian.

5. Cara membersihkan:

Terakhir adalah cara membersihkannya. Saat membersihkannya, pastikan kamu membilasnya searah dengan jarum jam.
Tujuannya adalah agar kualitas suara dan permukaan piringan hitam tidak cacat akibat kotoran atau cara membilas yang tidak teratur.

Comments

Popular Posts