KILLER OF GODS - ALLIANCE OF DAMNED FORTRESS (2019)

 
KEHANCURAN SEMESTA HINGGA AKHIR ZAMAN

Band: Killer Of Gods
Asal: Semarang, Jawa Tengah
Genre: Technical Death Metal

Album Alliance Of The Damned Fortress dirilis via Extreme Souls Productions
Format: CD Pro
Tahun: 2019
Tracklist:
1. Glorious Hypocrite: 03:41
2. Alliance of the Damned Fortress: 03:34
3. Cold Blooded Messiah: 05:32
4. And the Fortress Will Crumble: 04:06
5. A War to End All Wars: 05:01
6. Diatas Bendera Tuhan: 04:01
7. Hingga Api Terakir Padam: 04:31
8. Semesta Alam: 04:07
9. Akhir: 07:01

Kehancuran alam semesta yang berawal dari sebuah peperangan hingga memerangi apa yang sudah dilakukan oleh manusia selama ini yang membuat semesta Bumi hancur dan berantakan hingga terjadinya sebuah kehancuran besar diakhir zaman atau kiamat. Banyak manusia melawan dirinya sendiri atau musuh didalam diri sendiri hingga melawan manusia lainnya atau disebut perang. Ini merupakan kelanjutan kisah sekuel dari album ke 2 sebelumnya dimana kali ini lebih mengeksplor lebih banyak influence untuk menambah kekuatan dari album ketiga ini.

Proses serta penggarapan nya ini cukup serius dengan memakan waktu 6 bulan tetapi banyak lika-liku dalam prosesnya terutama pergantian personil yang hanya menyisakan Yusuf di drum sekaligus pendiri dari band ini hingga akhirnya masuk dua orang personil pada gitar dan vokal. Hingga akhirnya semua materi serta penggarapannya rampung dikerjakan. Terlebih dari pada itu kedua personil itupun mengundurkan diri dan Imron sang vokal memang hanya sepakat mengisi vokal saja dan tidak lebih dari itu. Dari semua perjalanan itu membuahkan sebuah album yang memang sangat berkualitas tinggi serta kompleksitas yang sangat muktahir.

9 Track dengan kekuatan instrument, sound serta iringan permainan yang sangat technical dengan mengeksplorasi berbagai band dan genre untuk dimasukkan kedalam kombinasi dan komposisi track demi track. Langsung saja mengupas ke sembilan track ini yang diawali dengan track Glorious Hypocrite yang menjadi single penanda sebelum album ini dirilis. Diawal track sejenak mengingatkan kepada beberapa band Tech Death seperti Necrophagist, Obscura bahkan permainan Progressive ala The Faceless dengan ketukan high speed double pedal serta variasi permainan snare dengan kecepatan tinggi mungkin dirasa seperti Obscura ataupun Origin dengan diriingi Shredding part dari Dipto. Terlihat sangat berbeda memang untuk segi sound ini cukup crunchy, dry dan jelas sekali untuk sound-sound bass maupun gitarnya yang memainkan banyak layer. Bahkan ditrack-track selanjutnya kedua ketiga dan seterusnya tetap bermain banyak pattern dengan penekanan Technical yang sangat padat.

Saat memasuki track ketiga diisi sedikit backsound dan dimulai dengan awalan alunan gitar yang mendayu, riffing downstroke serta ketukan yang sangat harmonis sekali dilagu ketiga alias Cold Blooded Messiah ini. Saya sangat intens pada track ini. Struktur dinamis dan harmonisasi dari lagu cukup membuat saya geleng-geleng kepala dan heran karena saya dengar lebih dalam lagi banyak notasi-notasi gila yang dibuat bahkan layer demi layer part gitar pun dibuat. Sungguh suatu kreasi yang fuckin' awesome mungkin bagi saya ini sebuah totalitas dari masing-masing personil untuk menumpahkan segala ide. Cukup membuat saya untuk terus memutar berulang-ulang.

Masuk pada track 4,5,6 masuk pada permainan sedikit menurunkan tempo diawal dnegan alunan melodis riffing. Tetap pada penurunan ide Drum pattern yang sangat padat pada ketukan tempo double pedal dan kembali bermain speed dipertengahan lagu bahkan ada part yang terdengar seperti salah satu lagu dialbum kedua mereka Death Ideologist. Ada alunan yang mengingatkan juga pada album The Faceless "Planetary Duality". Memasuki dua track selanjutnya kembali menunjukkan shredding serta improvisasi yang diluar nalar setara band luar negeri sana bahkan menurut saya setara Obscura. Skill yang cukup mumpuni dari Yusuf dan juga Dipto.

Masuk pada track ke 7 hingga terakhir dimulai pada petikan harmoni seperti sebuah cooldown sebelum kembali tancap gas bermain kompleks high speed shredding dan explotions drumming tempo with high climax! Dilagu ke delapan atau Semesta Alam yang awal judulnya merupakan Semesta merupakan track yang duluan muncul setelah album kedua dimana track ini Bocil vokalis sebelumnya menuliskan lirik ini. Tetap pada permainan cepatnya yang tidak bisa ditolerir serta riffing ala Obscura dan mungkin dari opini pribadi sedikit adanya hawa Fallujah disini.

Track terakhir yaitu "Akhir" ini merupakan track terpanjang dengan durasi 7 menitan disini sang drummer menegaskan dengan adanya eksplorasi dari beberapa band serta ini merupakan track yang sangat menguras ide karena track yang begitu panjang. Sang drummer berkata bahwa ini merupakan titik akhir atau track perpisahan sebelum nantinya ada kejutan baru setelah ini. Disini solo riffing sangat lumayan banyak karena berbagai improvisasi yang dibuat sedemikian rupa. Memang adanya sebuah pengulangan pattern tetapi tidak luput dari variasi permainan yang berubah-ubah jadi track panjang tidak menjadi monoton. Ketukan-ketukan unik juga hadir mengisi hingga akhir track.

Dari 9 track dapat simpulkan bahwa ini merupakan album dengan totalitas yang sangat dikatakan sangat-sangat totalitas dari sekian perjalanan serta ide penggarapan yang cukup serius. Shredding hingga pola pattern drumming yang sangat memainkan variasi yang cukup banyak dengan tensi tinggi diselingi sedikit cooldown. Meski hanya bertiga ternyata track bass nya ada loh dan sangat jelas terdengar ya walaupun tidak seperti Obscura yang bermain fretless bass tapi disini cukup apik menambah kekuatan dari permainan gitar. Pada bagian vokal ini rada mirip dengan Bocil dengan deep growlnya. Intinya dari akhir sekuel ini akan ada terobosan pada next album. It's really high personal idea, complex without compromise and high tension. Shredding killer variation and melodic dynamic picking with sound balancing sound!

Personil:
Imron: Vokal
Dipto: Gitar
Yusuf: Drum

Rate:10/10

Comments

Popular Posts