MATAZHIWA - BREATHE FIRE (2019)
NAFAS API PARA PENYAIR HITAM
Band: Matazhiwa
Asal: Pematangsiantar, Sumatra Utara
Genre: Death Metal
EP Breath Fire dirilis via Independent
Format: CD-R
Tahun: 2019
Tracklist:
1. Singgasana Api
2. Sihir Para Penyihir
3. Hitam Pekat Tajam
4. Musuh Bersama
Para penyair hitam menyerang bersama secara membabi buta dengan tajamnya hawa nafas api! Cerita kelam para manusia yang diserang penyair-penyair hitam untuk merebut sebuah singgasana bertahtakan api!. Singkat cerita dituangkan kedalam sebuah extended play dari unit Death Metal asal Pematangsiantar ini. Terbilang cukup baru dibentuk pada Juni 2018 dan menghasilkan debut EP yang dirilis secara Independen berisikan 4 orang yang mempunyai project masing-masing.
Mengangkat genre Oldschool Death Metal saya rasa ini Pure Indonesian OSDM! Banyak band-band asal Sumatra tepatnya Pematangsiantar dengan julukan Siantar Corpse Grinder ini salah satunya Matazhiwa yang terlahir dan membawa nama SCG ke khalayak skena DM di Indonesia. Dengan merilis EP secara Independen nampaknya menjadi sebuah tolak ukur akan nantinya lahir band-band lainnya di skena SCG.
EP bertajuk Breath Fire dengan 4 track membawakan sebuah genre OSDM dengan pola permainan Pure Indonesian DM ini rasanya cukup unik. Mengapa unik? Dari ke empat track dimulai dari Singgasana Api merupakan single promo pertama dan melahirkan sebuah video klip. Track ini bermain dengan tempo bisa dibilang sebagai pemanasan karena masih belum menunjukkan suatu speed karena memang banyak tipe-tipe oldschool macam ini dengan tempo yang bermain santai dan riffing nya pun cukup easy listening.
Lanjut ke track kedua Sihir Para Penyihir, disini saya sudah melihat pola temponya sudah menunjukkan speed dan lumayan groovy. Pola patternnya meskipun berulang namun tetap variatif tiap part-partnya. Hantaman pedalpun cukup mumpuni mengiringi kepadatam bermusik dari Matazhiwa.
Pada track ketiga Hitam Pekat Tajam, entah kenapa Matazhiwa terlihat dan terdengar makin unik denga menambahkan part-part ala Thrash Metal dengan sedikit menyelipkan riffing melodis. It's fuckin' amazing concept! Gak hanya terpaku pada OSDM namun menambahkan part-part diluar OSDM itu sendiri!
Masuk ke track terakhir yaitu Musuh Bersama. Nah disini kembali menunjukkan sebuah permainan yang berbeda lagi dengan durasi yang singkat hantaman sedikit breakdown layaknya Hardcore terpancar pada track ini. Cukup membuat saya menganggukkan kepala dengan konsep-konsep serta referensi bermusik yang mencoba sebuah trobosan.
Kesimpulan disini sih saya cukup heran dan mencoba mendengarnya berulang-ulang kali. Konsep yang unik serta pemilihan sound yang cukup modern dengan beberapa riffing melodis, bass yang cukup nendang dan drum dengan permainan variatif mengikuti alur. Cukup easy listening dan mudah dipahami karena beberapa pattern pengulangan pada part-part yang variatif ini. Dari segi vokal menurut saya mungkin lebih ditekankan lagi agar lebih buas dan lebih keluar vokalnya. Saya rasa jika next ada debut full length mungkin mencoba menambah referensi serta mencoba bermain dengan speed high and low.
Personil:
Ewin Metalcom: Vokal
Ian Andolera: Gitar
Alex Sigiro: Bass
Andi Energetic: Drum
Rate: 8/10
Band: Matazhiwa
Asal: Pematangsiantar, Sumatra Utara
Genre: Death Metal
EP Breath Fire dirilis via Independent
Format: CD-R
Tahun: 2019
Tracklist:
1. Singgasana Api
2. Sihir Para Penyihir
3. Hitam Pekat Tajam
4. Musuh Bersama
Para penyair hitam menyerang bersama secara membabi buta dengan tajamnya hawa nafas api! Cerita kelam para manusia yang diserang penyair-penyair hitam untuk merebut sebuah singgasana bertahtakan api!. Singkat cerita dituangkan kedalam sebuah extended play dari unit Death Metal asal Pematangsiantar ini. Terbilang cukup baru dibentuk pada Juni 2018 dan menghasilkan debut EP yang dirilis secara Independen berisikan 4 orang yang mempunyai project masing-masing.
Mengangkat genre Oldschool Death Metal saya rasa ini Pure Indonesian OSDM! Banyak band-band asal Sumatra tepatnya Pematangsiantar dengan julukan Siantar Corpse Grinder ini salah satunya Matazhiwa yang terlahir dan membawa nama SCG ke khalayak skena DM di Indonesia. Dengan merilis EP secara Independen nampaknya menjadi sebuah tolak ukur akan nantinya lahir band-band lainnya di skena SCG.
EP bertajuk Breath Fire dengan 4 track membawakan sebuah genre OSDM dengan pola permainan Pure Indonesian DM ini rasanya cukup unik. Mengapa unik? Dari ke empat track dimulai dari Singgasana Api merupakan single promo pertama dan melahirkan sebuah video klip. Track ini bermain dengan tempo bisa dibilang sebagai pemanasan karena masih belum menunjukkan suatu speed karena memang banyak tipe-tipe oldschool macam ini dengan tempo yang bermain santai dan riffing nya pun cukup easy listening.
Lanjut ke track kedua Sihir Para Penyihir, disini saya sudah melihat pola temponya sudah menunjukkan speed dan lumayan groovy. Pola patternnya meskipun berulang namun tetap variatif tiap part-partnya. Hantaman pedalpun cukup mumpuni mengiringi kepadatam bermusik dari Matazhiwa.
Pada track ketiga Hitam Pekat Tajam, entah kenapa Matazhiwa terlihat dan terdengar makin unik denga menambahkan part-part ala Thrash Metal dengan sedikit menyelipkan riffing melodis. It's fuckin' amazing concept! Gak hanya terpaku pada OSDM namun menambahkan part-part diluar OSDM itu sendiri!
Masuk ke track terakhir yaitu Musuh Bersama. Nah disini kembali menunjukkan sebuah permainan yang berbeda lagi dengan durasi yang singkat hantaman sedikit breakdown layaknya Hardcore terpancar pada track ini. Cukup membuat saya menganggukkan kepala dengan konsep-konsep serta referensi bermusik yang mencoba sebuah trobosan.
Kesimpulan disini sih saya cukup heran dan mencoba mendengarnya berulang-ulang kali. Konsep yang unik serta pemilihan sound yang cukup modern dengan beberapa riffing melodis, bass yang cukup nendang dan drum dengan permainan variatif mengikuti alur. Cukup easy listening dan mudah dipahami karena beberapa pattern pengulangan pada part-part yang variatif ini. Dari segi vokal menurut saya mungkin lebih ditekankan lagi agar lebih buas dan lebih keluar vokalnya. Saya rasa jika next ada debut full length mungkin mencoba menambah referensi serta mencoba bermain dengan speed high and low.
Personil:
Ewin Metalcom: Vokal
Ian Andolera: Gitar
Alex Sigiro: Bass
Andi Energetic: Drum
Rate: 8/10



Comments
Post a Comment