OSMED - TERRITORY OF WARFARE (2018)

 
PEREBUTAN WILAYAH KEKUASAAN DAN TESIS-TESIS YANG BERLAWANAN

Band: Osmed
Asal: Jakarta Selatan
Genre: Brutal Death Metal

Album Territory Of Warfare rilis via Brute! Productions
Format: CD Pro
Tahun: 2018
Track:
1. Intro: 02:44
2. Antithesis: 02:22
3. Sanctity of the Norm: 03:18
4. Human Case Hatred: 02:59
5. Rhetoric of the Struggle: 03:14
6. Warfare the Punishment: 03:13
7. Territory of Warfare: 03:07
8. Bloodshed: 03:04
9. Panegyric for Enmity: 02:41
10. Outro (The Requiem Mass): 02:10

Catatan sejarah tertua pada era Kerajaan Baru Mesir yang ingin merebut kembali wilayah kekuasaan mereka. Firaun ke 2 menyatakan perang dan menyebabkan konflik yang sangat berkepanjangan. Saling klaim antar pemimpin yang menyatakan kemenangan bagi kelompoknya bahkan akhir dari peperangan pun tidak diketahui secara pasti karena adanya saling klaim dengan tesis yang tidak pasti dan berlawanan. Cerita sejarah mereka pun ditulis berulang-ulang dalam suatu prasasti yang menyebar di berbagai belahan Mesir.

Rumitnya cerita mengenai peperangan ini ditulis dalam 8 track plus 1 intro dan outro. Salah satu kekuatan Brutal dari Jaksel ini sukses merilis album mereka melalui label ternama asal Thailand. Prosesnya terbilang cukup menyita waktu, tenaga, pikiran karena mereka harus bolak balik Bogor - Tangerang untuk menyelesaikan materi mereka. Akhirnya album mereka pun rilis dengan antusias yang sangat besar oleh para metalhead.

8 track dengan 1 intro dan outro pun dibuat dengan pemilihan soundnya yang sangat ciamik. Bermain sound yang terdengar seperti Disgorge dengan dipadu padankan dengan permainan Cephalotripsy ini pun digarap. Memasuki intro dengan latar belakang sebuah peperangan dilanjut dengan ketukan beat drum serta pedal yang sangat rapat. Riff gitar dengan sound yang sangat clear dan easy listening namun tetap terstruktur. Pola permainan mereka pun dikembangkan sehingga tidak terlihat ada nya kesamaan struktur pada tiap lagu. Beranjak ketrack-track selanjutnya ditrack kedua merupakan track yang diambil dari EP mereka sebelumnya namun sudah dengan sound yang lebih modern.

Entah mengapa begitu setelah track kedua ini ditrack-track lainnya langsung mengkonsep permainan speed mereka dengan blasting yang semakin rapat dan padat. Sound dari bass nya pun menambah kesan megah dari track mereka. Membuat suatu konsep permainan yang unik memang bukan hal mudah namun Osmed mampu bermain secara atraktif dan unik. Teknik vokal yang cukup jelas dalam pronounce liriknya dapat disimpulkan bahwa Osmed bermain terstruktur, kompleks namun tetap easy listening. Part groove mereka saya rasa terdengar disela-sela lagu mereka. Cukup puas mendengarkan album mereka ini.

Sangat rekomendasi sekali album ini untuk para pendengar Disgorge(old) dan Cephalotripsy yang ingin mendengar konsep yang unik ini.

Personil:
Rio Pambudi: Vokal
Bagus Wijie: Gitar
Syarif Hidayatullah: Bass
Nippo Prasetiyo Drum

Rate: 9,5/10

Comments

Popular Posts