REVENGE THE FATE - AWAKENING (2018)

 
PESAN YANG SANGAT DALAM HITAM DAN KELAMNYA KEHIDUPAN MANUSIA

Band: Revenge The Fate
Asal: Bandung, Jawa Barat
Genre: Deathcore

EP Awakening dirilis via Backsight Inc.
Format: CD-Pro
Tahun 2018
Track:
1. Katarsis
2. Frail
3. Continuous
4. Enormity
5. Paranoid

Banyak lika-liku dalam kehidupan manusia entah itu menjadi baik ataupun buruk dalam menjalaninya. Ketika hidup dipenuhi depresi dan mengalami gangguan jiwa tanpa disadari akan merubah pribadi kita kearah yang buruk. Ketika menjadi baik kita harus baik menjalani dan jangan penuhi dengan dosa karena kita sudah tiada maka menyesal diakhir hayat dan hukuman akan diberikan terus-menerus. Banyak cerita mengenai perjalanan band ini dan mereka tetap bernafas melalui karya ini. Setelah single Bencana diluncurkan mereka harus ditinggal oleh sang gitaris. Tak berhenti sampai disana mereka bergerak cepat mencari personil untuk mengisi kekosongan hingga akhirnya hadir dua punggawa yaitu Gery Otre dan Mow dari ByeBye Bunny. Hadirnya punggawa tersebut merubah juga nuansa musik mereka. RTF yang dikenal dengan Symphony Deathcore kini berubah menjadi sesuatu yang Dark dan Kvlt serta menghilangkan alunan simphoni yang diusung sejak lama. Dari warna musik yang berubah mereka juga mendewasakan segi musik mereka. Musik mereka seperti layaknya Lorna Shore atau Chelsea Grin era sekarang.

Masuk dalam track-track mereka pada awal track alunan petikan gitar yang mendalam seperti Lorna Shore mewarnai pembukaan track dilanjut dengan Vokal awal dan ketukan drum yang sangat menggebu serta padat. Lanjut track kedua dan ketiga nuansa dark semakin terasa bahkan saya rasa inilah duplikat dari Lorna Shore. Lokal nuansa Internasional. Bermain semakin cepat tanpa ampun. Track ketiga merupakan single pertama yang mereka keluarkan sebelum EP ini dan menjadi andalan mereka. Disini yang saya tangkap adalah permainan petikan awal gitarnya dirasa hampir persis dengan track Katarsis jika diperhatikan secara jelas. Teknik breakdown yang tidak terlalu banyak serta permainan riff solo dari Mow dan Gery Otre menambah kesan sadis.Track keempat dan kelima semakin gelap dan mencekam. Dan ditrack terakhir membawa kita seperti berada pada orang-orang yang sedang depresi dengan ketukan drum awal yang cepat serta breakdown pada gitar. Overall, dari track-track mereka sepertinya memainkan tempo pengulangan namun bervarian. Dibagian gitar semua dibalut dengan riff solo untuk menutupi tempo pengulangan tersebut. Vokal yang semakin dewasa dari sebelumnya menjadi nilai plus. Rekomendasi untuk para pendengar Deathcore/Blackened Deathcore seperti Lorna Shore dan Chelsea Grin.

Personil:
Anggi: Vokal
Gery Otre: Gitar
Mow: Gitar
Sona: Bass
Zacky: Drum

Rate: 9/10

Comments

Popular Posts