ROPRETION - PHENOMENON (2019)

 
LIMA AMUNISI BUAS DAN GELAP DITENGAH KOTA MISTERIUS

Band: Ropretion
Asal: Batang, Jawa Tengah
Genre: Melodic Death Metal

Album Phenomenon dirilis via Eastbreath Records
Format: CD Pro
Tahun: 2019
Tracklist:
1. Phenomenon I: The Darkness Begin
2. Invisible Sin
3. Pasung Dogma
4. Paradoks Literatur Provokatif
5. Ruang Gelap
6. Phenomenon II: The Judgement

Ropretion atau kepanjangan dari Roban Predation merupakan 5 pemuda dari tempat dimana banyak penuh misteri kegelapan disana alias Alas Roban. Terbentuk pada tahun 2015 dimana band ini mungkin sebagian orang belum tahu band cadas yang satu ini atau masih awam ditelinga namun jangan salah mereka mempunyai daya musik yang sangat bagus untuk skena Melodic Death Metal. Banyak perpaduan dari band ini sehingga tidak hanya berupa Melodic Death Metal semata namun terdapat unsur symphony gelap Blackened yang menyisipin band ini. Influence dari band ini salah satunya adalah The Black Dahlia Murder dan mungkin sudah kental sekali dari unsur mereka.

Lanjut pada sisi musikalitas dari EP bertajuk Phenomenon ini terdapat 4 track inti serta Intro dan Outro dibalut dengan konsep artwork serta booklet yang simple. Menurut saya secara pribadi lewat pendengaran saya mereka cukup padat dan bermain tempo yang sedikit agak slow dari The Black Dahlia Murder. Intensitas permainan mereka cukup konsisten dengan part-part yang bermain berulang ditiap track mereka. Mereka juga menyisipkan petikan ketika menjelang opening lagu dan dari Intro pun sudah cukup kerasa kalau inilah gaya permainan mereka yang terasa pada album Nocturnal milik TBDM namun dengan ciri khas yang slow dan bermain cukup progressive. Hentakan pada 2 track awal yaitu Invisible Sin dan Pasung Dogma dengan pola blast beat yang tidak terlalu cepat ataupun lambat dengan variasi permainan drumming yang agresif Slow tetapi mematikan! Influence semacam ini banyak dipakai pada band-band lokal seperti Dante Must Die maupun Oblivion dengan pola permainan tempo cepat namun berbeda dengan Ropretion justru influence mereka seperti itu mereka mencoba bermain mendayu.

Masuk track ketiga yaitu Paradoks Literatur Provokatif mereka mencoba untuk sedikit lebih liar dan brutal dengan meningkatkan tempo permainan sekaligus menjadi single anyar mereka. Disini terdengar seperti mendengarkan antara Deathmask Divine dan juga Miasma. Sedikit lebih cepat dengan high tone agressive vocal. Track keempat mereka kembali pada tempo diawal awal track mereka sekaligus track panjang dengan durasi 7 menitan sebagai inti cerita dari EP ini seakan menjadi sebuah klimaks dari ciri khas mereka hingga pada Outro menjadi penutup cerita kelam mereka.

Menilai dari secara keseluruhan mereka memang khas dengan slow tempo, blast beat hingga pergerakan downstroke yang slow namun tetap menghadirkan keagresifan mereka apalagi disaat memasuki solo riffing terasa sangat kelam dan sedikit progresif ala Obscura. Sound solo Bass pun cukup menambah variasi mereka serta teknik vokal yang terbilang seperti olahan vokal Randy Blythe dari Lamb Of God. Awalnya saya pikir seperti Trevor Strnard namun begitu keluar single awal mereka jauh dari dugaan saya. Band ini layak diperhitungkan pada skena Death Metal Indonesia apabila mereka konsisten dan mencari variasi-variasi nada mereka saya rasa mereka bakal menerjang jauh lebih mantap.

Personil:
Medi Sonia: Vokal
Ibnu Shina: Gitar
Martda Ifa Lazuardi: Gitar
Sofi Adha Mubaroka: Bass
Reza Budiana: Drum

Rate: 8,5/10

Comments

Popular Posts