SABAOTH - THE INQUISITION (2019)
AGAMA SEBAGAI ALAT PENYIKSA DAN PEMBUNUH UMAT MANUSIA
Band: Sabaoth
Asal: Manado, Sulawesi Utara
Genre: Brutal Death Metal
EP The Inquisition dirilis via Dismembered Records
Format: CD Pro
Tahun: 2019
Track:
1. Defamation Of God
2. Ensemble Of Desecration
3. Servants Of Inquisition
4. Cacophony Of Hatred
Personil:
Boy: Vokal
Rio: Gitar
Marcel: Drum
Koko: Bass
Rate: 9/10
Band: Sabaoth
Asal: Manado, Sulawesi Utara
Genre: Brutal Death Metal
EP The Inquisition dirilis via Dismembered Records
Format: CD Pro
Tahun: 2019
Track:
1. Defamation Of God
2. Ensemble Of Desecration
3. Servants Of Inquisition
4. Cacophony Of Hatred
Era Medieval dengan segala kisah menyedihkan berupa eksekusi manusia
yang sadis dengan mengatasnamakan agama sebagai tameng kebencian serta
banyaknya juga yang tidak percaya adanya Tuhan karena menyebabkan
kebencian antar manusia. Bertindak seperti nabi bagi para manusia. Tidak
peduli seberapa banyak kamu berdoa karena tidak akan mampu melawan
kebencian yang sudah melekat dalam diri. Para malaikat berlindung dan
para iblis hadir. Kisah yang ditulis dalam 4 track dari band Brutal asal
Manado ini dengan julukan Bastard Of The North seperti tidak ada
habisnya menuangkan kisah kelam dengan menggabungkan Tuhan dan Setan
kedalam track yang Chaotic Fuckin' Brutal!
Masih terngiang dari album Unholy Divinity pada mini album ini mereka mencoba merubah pola pendengaran saya dengan mereka semakin mendewasakan musikalitas mereka. Di debut mini album mereka ini nampaknya benar-benar cepat tak terkendali! Dimana dengan konten 4 track ini mereka berubah semakin buas dan aggresif. Masing-masing tracknya adalah Defamation of God, Ensemble Of Desecration, Servants of Inquisition dan Cacophony of Hatred. Perubahan signifikan dari EP ini adalah temponya semakin chaotic dan suara yang lebih boost dari permainan instrumennya. Entah komposisi apa yang membuat mereka semakin bermain lebih cepat dan chaotic! Yang pasti hawa dari album Unholy Divinity tidak hilang begitu saja. Bukti nyata dari mereka adalah permainan cepat yang disisipkan permainan groove.
Segi alunan riffing yang cukup aggresif dengan intensitas tempo yang diatas rata-rata membuat sebuah gebrakan yang cukup berbeda dari sebelumnya ditambah dengan diimbangi permainan pola drumming yang benar-benar harus memikirkan bagaimana tempo dan ketukan dengan pola permainan chaotic. Hantaman blasting, double pedal dan beat-beat tempo yang menggila cukup membuat saya memainkan lagu ini secara berulang-ulang. Feel dari irama bassnya pun cukup terasa di EP ini dengan segala kompleksitas segala penjuru instrumen. Namun begitu saya coba beulang-ulang mendengarkan nya nampaknya sedikit-sedikit terdengar mirip terutama waktu menjelang groove. Dilagu Servants of Inquisition ini sempat terbawa kedalam lagu Your God Not My God karena ada bar yang terdengar mirip. Dari segi vokal ada cukup perubahan dimana guttural yang diolah semakin heavy namun ada beberapa part yang terselip growl contohnya dilagu ketiga dan keempat totalitas dari suara vokal yang dihasilkan cukup menguras energi sehingga terseliplah suara growl itu namun tidak membuat semuanya berubah begitu saja.
Mungkin sedikit masukkan memang pada part-part tertentu mungkin bisa dikembangkan terutama pada groovenya dan pola vokal ketika part tersebut karena saya sendiri mendengar dari album Unholy Divinity hingga EP ini memang ada kemiripan. Dari segi musikalitas saya bisa akui mereka bermain chaotic namun bisa bermain secara presisi dan juga semakin heavy as fuck! Kalau dari saya pribadi memang Sabaoth ini memiliki khas tersendiri dengan memadukan Brutal yang cukup cepat dan terselip tempo groove yang ciamik dan juga pemilihan tema yang menurut saya cukup impressive dengan mengangkat sebuah tema Medieval dan Satanism.
Masih terngiang dari album Unholy Divinity pada mini album ini mereka mencoba merubah pola pendengaran saya dengan mereka semakin mendewasakan musikalitas mereka. Di debut mini album mereka ini nampaknya benar-benar cepat tak terkendali! Dimana dengan konten 4 track ini mereka berubah semakin buas dan aggresif. Masing-masing tracknya adalah Defamation of God, Ensemble Of Desecration, Servants of Inquisition dan Cacophony of Hatred. Perubahan signifikan dari EP ini adalah temponya semakin chaotic dan suara yang lebih boost dari permainan instrumennya. Entah komposisi apa yang membuat mereka semakin bermain lebih cepat dan chaotic! Yang pasti hawa dari album Unholy Divinity tidak hilang begitu saja. Bukti nyata dari mereka adalah permainan cepat yang disisipkan permainan groove.
Segi alunan riffing yang cukup aggresif dengan intensitas tempo yang diatas rata-rata membuat sebuah gebrakan yang cukup berbeda dari sebelumnya ditambah dengan diimbangi permainan pola drumming yang benar-benar harus memikirkan bagaimana tempo dan ketukan dengan pola permainan chaotic. Hantaman blasting, double pedal dan beat-beat tempo yang menggila cukup membuat saya memainkan lagu ini secara berulang-ulang. Feel dari irama bassnya pun cukup terasa di EP ini dengan segala kompleksitas segala penjuru instrumen. Namun begitu saya coba beulang-ulang mendengarkan nya nampaknya sedikit-sedikit terdengar mirip terutama waktu menjelang groove. Dilagu Servants of Inquisition ini sempat terbawa kedalam lagu Your God Not My God karena ada bar yang terdengar mirip. Dari segi vokal ada cukup perubahan dimana guttural yang diolah semakin heavy namun ada beberapa part yang terselip growl contohnya dilagu ketiga dan keempat totalitas dari suara vokal yang dihasilkan cukup menguras energi sehingga terseliplah suara growl itu namun tidak membuat semuanya berubah begitu saja.
Mungkin sedikit masukkan memang pada part-part tertentu mungkin bisa dikembangkan terutama pada groovenya dan pola vokal ketika part tersebut karena saya sendiri mendengar dari album Unholy Divinity hingga EP ini memang ada kemiripan. Dari segi musikalitas saya bisa akui mereka bermain chaotic namun bisa bermain secara presisi dan juga semakin heavy as fuck! Kalau dari saya pribadi memang Sabaoth ini memiliki khas tersendiri dengan memadukan Brutal yang cukup cepat dan terselip tempo groove yang ciamik dan juga pemilihan tema yang menurut saya cukup impressive dengan mengangkat sebuah tema Medieval dan Satanism.
Personil:
Boy: Vokal
Rio: Gitar
Marcel: Drum
Koko: Bass
Rate: 9/10



Comments
Post a Comment