SCALDED INFAMY - DISMAL ELEGY IN C# MINOR

 
PENYIHIR JAHAT DALAM HARMONI ELEGI NUANSA KLASIKAL

Band: Scalded Infamy
Asal: Jakarta
Genre: Funeral Death Metal/Blackened

Album Dismal Elegy In C# Minor dirilis via Hitam Kelam
Format: CD Pro
Tahun: 2019
Tracklist:
1. Totentanz
2. Evello Mortem
3. Maximus Maleficus
4. Blood Red Carnage
5. Thus Spake The Mindless
6. Moonshine Murder
7. Dead Words Left Unspoken
8. Memento Mori
9. United We Are Dead
10. Invocation Of War + Dark Legions (Nuclear Desecration Cover Medley)

Kembali sejenak ke masa musik-musik klasik pada sisi romantik pada abad 18-19 banyaknya sastra, seni bahkan filsafat terkandung didalamnya serta para komponis era romantik seperti Franz Schubert, Frèdèric Chopin dan lainnya. Elegi serta plot yang dimainkan pun mempunyai pengaruh cukup kuat dalam perkembangan musik. Dibalik nuansa klasiknya ini Scalded Infamy hadir sebagai nuansa Death Metal baru dengan komposisi sastra dan musik klasik yang dibalut dengan nuansa elegi distorsi. Cerita dalam konteks lirikpun beragam dengan beberapa bahasa latin dimana menggambarkan masa-masa kekejaman pembantaian tirani dan monarki, masih banyaknya orang yang terkena cuci otak sehingga tidak memiliki akal sehat yang akhirnya membunuh satu sama lain hingga kata-kata akhir sebelum menuju kematian!

Mengusung konteks genre Funeral Death Metal yang memang cerita alurnya bertemakan kuburan kematian. Sebuah genre yang masih mengakar pada Death dan Black Metal ketika digabungkan kedalam satu komposisi. Mengimplementasikan Black Metal era Venom, Blasphemy serta Belial dimix dengan alunan riffing Death Metal memang sebuah kejutan tersendiri untuk penikmat musik yang diharapkan membawa suatu yang fresh.
Keunikan yang ditampilkan pun beragam tidak hanga bermain pada itu-itu saja.

Berbicara keautentikan musik yang diusung dari 9 track + 1 intro membawa sebuah kekejaman yang membuat mimpi buruk pikiran anda. Pasalnya ini sangat emosional serta atmosfir yang sangat kelam yang diawali intro Totentanz yang merupakan ciptaan Franz Lizt yang dipengaruhi oleh sang komposer romantik Chopin. Terdengar sangat klasik namun hawa gelap sudah merasuki. Dilanjut ditrack 2 serta 3 dimana permainan ritem gitarnya sangat begitu padat dan raw sound juga terdengar disini. Riffing solo yang dimainkan Kris Hatespawn mampu menghipnotis dengan teknik shredding yang cukup menarik. Bermain cepat sudah pasti namun tidak selamanya hukum blasting diterapkan yang pastinya nuansa blast beat Black Metal era old dihadirkan disini. Permainan single string melodi cukup menambah kesan ekstrim dan tebal. Diakhir lagu ketiga petika instrumental harmonik menjadi pendingin dari panasnya permainan cepat mereka.

Beranjak ke track 4,5,6 entah kenapa riffingnya semakin mendominasi dan menambah kesan elegan klasik dan tebal tanpa henti! Tidak ada namanya riff riff yang kosong ataupun terdengar dry. Ketukan drum dan double pedal yang semakin massive makin kita terbawa era 90an. Rasanya para pendengar juga dibuat paham dalam permainanya dan cukup hanyut terbawa nuansa gelap. Skill yang cukup mumpuni serta riffing jitu untuk membawa pendengarnya semakin dalam. Ditrack ke 7 kita diberikan opening dari kutipan Interview Don McKenzie yang diadaptasi dari Radio New Zealand Sound Archive Ngā Taonga Korero dimana ini merupakan radio yang mengarsipkan serta memperhatikan audio visual koreksi film, tv, rekaman suara hingga alat peraga dan sudah 120 tahun mencakup sejarah suara dan gambar bergerak.

Ditrack ke 8 merupakan adaptasi dari komposer Chopin yang memainkan Nocturne in C# Minor. Ditrack ke 9 dimana merupakan track terpanjang dari sekian track yang ada. Semakin dalam atmosfir serta emosional yang dituangkan kedalam musik berdurasi lama ini. Ciri mereka yang semakin ditambah speed serta riffing-riffing variatif dan diakhiri dengan medley dari Nuclear Desecration sebagai penutup kekejaman album ini.
Jujur aja ini sangat berkesan mengingat nuansa Death Metal dan Black Metal tipe bermain cepat serta shredding dan melodi dari gitar yang cukup membuat saya terheran-heran bisa menciptakan komposisi yang sangat pas dan tidak membuat pendengar menjadi boring. Apalagi alunan vokal yang sangat menggebu dari S. H cukup menambah kesan gahar. Tentunya ketukan snare dan variasi permainan beat serta yang pedal yang memang cukup cepat dan variatif. Cukup menyegarkan pikiran serta kalian yang mempunya memori akan musik 80/90an.

Personil:
S. H: Vokal, Gitar
Kris Hatespawn: Gitar
Torch: Drum

Rate: 9/10

Comments

Popular Posts