STENCH OF VIRGINITY - DESTRUCTION OF HUMAN CONSCIENCE (2019)

PELAYAN TAHTA TIRANI YANG RAKUS

Band: Stench Of Virginity
Asal: Bukittinggi, Sumatra Barat
Genre: Brutal Death Metal

Album Destruction Of Human Conscience dirilis via Enslave Records
Format: CD Pro
Tahun: 2019
Tracklist:
1. Intro (The Beginning)
2. Arogansi Jiwa Purba
3. Invasi Sintesis
4. Wrath of Abomination
5. Apatis Naluri Terbelakang
6. Immersed in Holy Blood
7. Metamorfosis Paradigma
8. Pelayan Tahta Tirani
9. Son of Greed

Stench Of Virginity merupakan trio amunisi dari tanah Bukittinggi yang muncul dengan eksistensi monster tirani yang rakus dengan jiwa-jiwa terbelakang serta arogansi yang bengis menceritakan budak-budak pelayan monster yang terbodohi oleh nafsu dunia serta merosotnya moral. Berdiri sejak 2014 hingga kini mereka mengusung genre BDM dengan sound-sound oldschool dan paduan part-part slam yang diselipkan mengingatkan beberapa band oldschool BDM dengan tipe sound dialbum ini diantaranya Dehumanized dan Internal Bleeding.

Segi musikalitas mereka dari 9 track mereka dimulai dari Intro mereka dengan balutan soundtrack sebagai penanda eksistensi monster yang bersiap menghancurkan langsung dihajar dengan alunan riffing yang dry-crunch distortion dan double pedal yang menghantam cepat. Masuk pada track ke 2 dan 3 yang langsung bermain high speed distortion. Distorsi riffing mereka sedikit mengingatkan saya pada Turbidity dalam mini album Vomiting The Rotten Maggot namun untuk SOV terdengar lebih dry sehingga mesti dimengerti lebih dalam. Pola nada bass mereka yang mengikuti alur dan sangat terasa ditelinga seperti memboost dan memperpadat dari riffing gitar. Ketukan double pedal yang begitu cepat dan rapat serta hentakan blasting dengan snare yang dinamis. Artikulasi vokal yang sedikit kurang tersinkronkan dengan lirik namun dengan khas paduan guttural dan growl menambah unsur kepadatan dalam dua track ini.

Lanjut pada track 4 dan 5 mereka sedikit menurunkan tempo permainan mereka dan saya dengar beberapa pattern pengulangan riffing tapi tetap menggigit! Alunan yang sangat renyah semakin terasa. Pada tempo-tempo yang low ini pada bagian drum tetap mempertahankan blast snare dan double pedal yang sangat apik dengan variasi ketukan yang mantap sehingga tidak terdengar membosankan ditelinga. Masuk dalam track 6 dan 7 kembali menaikkan tempo dan kecepatan yang menyerang gendang telinga! Ada part-part slam yang mereka selipkan ditrack ke 6. Sepertinya pada track ke 8 memang mereka tidak mau terpaku pada bermain speed saja, dengan menurunkan tempo tapi alunan mereka tetap pada sang drummer rupanya selalu memperlihatkan permainan padat dan variasi ketukan yang bisa dibilang mampu membius. Track terakhir berjudul Son Of Greed merupakan track anyar mereka sebelum melepas album ini eksistensi monster biadab nan cepat berbahaya ini membius sadis sebelum menutup cerita dari album mereka ini. Riffing liar dinamis mereka tonjolkan dengan tempo yang lumayan high.

Ada beberapa poin yang memang harus diperhatikan dan terutama pada artikulasi guttural yang sebenarnya cukup mumpuni namun saya harus beberapa kali memperhatikan isi lirik dan juga yang rada-rada mirip pada tiap track. Untuk instrumen mereka cukup lumayan sadis apalagi ditrack terakhir ditambahkan gravity bomb blast! Bass dan riffing mereka yang mempertahankan style seperti rasanya cukup menghajar telinga secara perlahan. Satu band dari tanah Bukittinggi yang eksistensi terbayar dengan sebuah karya apik!

Personil:
Ian: Vokal
Cory: Drum
Ari: Guitar

Rate: 8,5/10

Comments

Popular Posts