CHALERA - THEOPHOBIUM EXCRUCIATION (2018)


SUARA KERESAHAN DALAM BERAGAMA DIMASA LALU DAN SEKARANG. PAHAM DAN EGO 3 PILAR PENYEBAB KEHANCURAN DAN PEPERANGAN DI MASA DEPAN

Band: Chalera
Asal: Bekasi, Jawa Barat
Genre: Brutal Death Metal

Album Theopobium Excruciation dirilis via New Standard Elite
Track:
1. Intro: 02:21
2. Molesting the False Decapitated Prophet: 03:34
3. Faith Dispossesion: 02:48
4. Theopobium Excruciation: 03:32
5. Ancestral Suffering: 02:50
6. Unclean Liquid Blasphemy: 03:00
7. Codex Gigas: 03:33
8. Extreme Agonies of the Amputated Newborn: 02:51
9. Anatomy of Perfect Bestiality (Asphyxiate Cover): 03:17
10. Provoking by the Name of God: 03:41
11. Unclean Liquid Blasphemy (Alternate Version): 03:00
Format: CD Pro
Tahun: 2018

Pemahaman dan ego 3 pilar dari dulu hingga berlanjut dimasa sekarang ini menjadi sebuah keresahan bagi Chalera dan akhirnya menyuarakan lewat album Theopobium Excruciation yang dirilis belum lama ini. Bagaimana tidak, sang 3 pilar ini tiada hentinya menyebarkan pemahaman absurd, kebencian bahkan menyebabkan pertumpahan darah. Tema seperti ini merupakan trobosan agar tidak terpaku pada tema yang itu-itu saja. Tidak sampai disitu saja image atau konsep Chalera ini memang sudah dari sejak band ini terbentuk dan sebelumnya bergenre Brutal Deathcore. Perlahan-lahan mereka bongkar pasang personil dan juga mempatenkan genre Brutal Death Metal hingga kini. Perjalanan album ini pun terkendala cukup lama karena bongkar pasang personil dan juga perubahan nama album yang sebelumnya bertajuk Codex Gigas dikarenakan beberapa pertimbangan akhirnya jadilah seperti sekarang ini. Sempat merilis promo via Brute! hingga akhirnya terjun ke New Standard Elite karena salah satu personil roster NSE yaitu Alexander Mitsch dari Delusional Parasitosis mengajukan beberapa lagu Chalera dan direspon positif oleh NSE.
2 track rilisan Brute! menjadi bagian dari track dialbum ini. Chalera sudah seperti monster dikalangan komunitas underground Bekasi. Musik yang mereka tawarkan unik dan fresh seperti Reduced dan bahkan dirilis di bulan yang sama oleh NSE. Teknik drum yang presisi dan soundnya yang hampir sama dengan Reduced ini cukup membuat saya kagum karena saya sangat suka sekali tipe snare seperti itu. Sang gitaris, Achmad Fani pun cukup luas wawasannya tentang tema ini serta permainan riff yang variatif cukup untuk menyeimbangkan permainan drum. Vokal guttural yang diberikan juga tidak kalah sakit! Cuma disini saya beberapa kali harus fokus antara lirik dan vokal karena sukar untuk saya sesuaikan. Dari segi tempo dan materi cukup padat, simple tapi tetap menghajar tanpa ampun. NSE merilis album ini dengan 2 versi yaitu USA dan Indonesia Version dengan cover dan layout serta tambahan track untuk Indonesia Version. Kalian harus dan wajib punya rilisan berbahaya ini jangan sampai kelewatan.


Personil:
Yogi: Vokal
Achmad Fani: Gitar/Bass
Indra: Drum

Rate: 10/10

Comments

Popular Posts